Sunday, January 25, 2015

Tips Mengolah Kacang Merah

http://www.royco.co.id/Images/1058/1058-812368-mei-2-gede.jpg


Salah satu bahan  yang kerap dijumpai pada sayur asem adalah kacang merah. Kacang jenis ini tidak hanya memperkaya sayur asem yang Anda sajikan, tapi juga menambah nilai gizinya. Kandungan protein, zat besi, thiamin, mangan, serta nutrisi lainnya pada kacang merah tentu memberikan banyak manfaat untuk tubuh Anda.
Tapi, karena kacang merah membutuhkan waktu yang lama untuk diolah, maka harus direndam dulu sebelum dimasak. Proses perendaman ini dilakukan untuk mengurangi waktu masak. Selain itu, proses perendaman juga membantu menghilangkan kandungan gas dalam kacang merah, sehingga menurunkan risiko masalah sakit perut atau buang angin yang kadang terjadi setelah mengonsumsi kacang merah.
Ada beberapa cara perendaman kacang merah yang bisa Anda lakukan. Anda bisa merendam kacang merah selama 8 jam hingga semalaman dalam air dingin. Ketinggian air rendaman biasanya sekitar 5 cm di atas permukaan kacang merah. Kalau Anda tidak memiliki banyak waktu, Anda bisa merebus kacang merah hingga mendidih selama sekitar 2 menit. Setelah itu, matikan api dan biarkan kacang merah terendam di air panas dalam panci tertutup selama sekitar 1 jam. Cara kedua memang lebih cepat, tapi juga beresiko karena dapat merusak butiran kacang merahnya.
Setelah direndam, barulah kacang merah bisa dimasak sesuai kebutuhan. Yang perlu Anda perhatikan adalah kacang merah mengandung racun alami bernama lectin yang bisa menyebabkan muntah dan sakit perut. Tapi, racun ini akan hilang dengan sendirinya bila dimasak dengan baik. Karena itu, pastikan Anda memasak kacang merah hingga matang sempurna, ya. Caranya, rebus kacang merah yang telah direndam hingga mendidih selama setidaknya 10 menit. Setelah itu, kecilkan api dan terus rebus kacang merah selama 45-60 menit hingga kacang merah melunak.
Salah satu resep sayur asem yang menggunakan kacang merah adalah resep Sayur Asem Pedas Ikan Peda ala Royco. Dengan kacang merah yang diolah dengan tepat, Sayur Asem Pedas Ikan Peda buatan Anda pun akan menjadi semakin nikmat.
Sumber:
http://www.whfoods.com/genpage.php?tname=foodspice&dbid=87
http://www.nhs.uk/Livewell/Goodfood/Pages/pulses.aspx
http://www.eatingwell.com/healthy_cooking/healthy_cooking_101/shopping_cooking_guides/bean_cooking_guide?slide=3
http://www.mayoclinic.org/healthy-living/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/legumes/art-20044278?pg=1










Inilah 9 Sayuran Dan Buah Yang Berpotensi Berbahaya Untuk Tubuh

 

selama ini kita mengetahui jika buah dan sayur memiliki Kandungan yang baik untuk kesehatan, namun ternyata ada juga buah dan sayur yang berpotensi berbahaya untuk tubuh manusia, mau tau seperti apa, silahkan saja lihat di bawah ini


1. APEL
Ternyata
buah apel ini berbahaya, tapi untungnya hanya bagian biji saja. Para Ilmuwan berhasil menemukan bahwa biji apel tadi mengandung cyanogenic glycoside, atau sianida.Memang belum pasti berapa banyak biji yang harus Anda telan untuk dapat mematikan, tapi setidaknya, begitu makan apel dan Anda merasakan sakit perut, atau muntah-muntah, keringat berlebihan, segera ke dokter dan minta pertolongan atas keracunan sianida, sianida sudah terkenal mematikan!


2. BAYAM
Mengandung asam oksalat yang dapat mengikat kalsium sehingga kalsium tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh dan membentuk kristal yang dapat mengiritasi lambung dan membentuk batu ginjal. Kandungan asam oksalat yang tinggi pada bayam bisa berbahaya pada seseorang sebab hanya dengan 4-5 gram asam oksalat dapat menyebabkan kematian pada orang dewasa.
Gejalanya : gangguan pencernaan ( kram perut dan muntah – muntah ) yang dengan cepat diikuti gangguan peredaran darah, pecahnya pembuluh darah, dan kematian pada kasus berat.
Tips : masak hingga mendidih kemudian buang airnya untuk mengurangi kandungan asam oksalat selain itu jangan mengkonsumsi bayam secara berlebihan.


3. JENGKOL
Mengandung asam jengkolat, keracunan terjadi jika kita mengkonsumsi jengkol dalam keadaan mentah juga tergantung pada kerentanan seseorang terhadap asam jengkolat.
Gejalanya : gejala pada umumnya timbul dalam waktu 5 – 12 jam setelah makan jengkol dimana terjadi mual, nyeri perut, muntah, dan susah buang air kecil karena tersumbatnya saluran kencing.
Tips : racun jengkol dapat dikurangi dengan perebusan n perendaman dengan air selain itu buang mata pada biji jengkol karena kandungan racun terbesar ada pada bagian ini


4. KACANG MERAH
Mengandung fitohemaglutinin yang dapat membuat sel darah merah n darah putih menggumpal jika dikonsumsi secara mentah atau kurang matang.
Gejalanya : mual muntah dan nyeri perut yang diikuti oleh diare. Biasanya gejala keracunan ini akan sembuh setelah tanpa obat setelah 4 – 5 hari.
Tips : pastikan memasak kacang merah hinga benar matang,lebih baik rendam kacang merah dalam air bersih selama minimal 5 jam. Buang air rendamannya lalu rebus dalam air bersih sampai mendidih selama 10 menit kemudian diamkan selama 45 – 60 menit sampai teksturnya lembut.


5. KACANG TANAH
mengandung aflatoksin yang diproduksi oleh kapang aspergillus flavus dimana banyak terdapat pada kacang dan produk olahannya.
Gejala : mual dan muntah sedangkan efek jangka panjangnya akan menimbulkan kanker hati.
Tips : jangan pilih kacang tanah yang berwarna hitam kehijauan, rasanya pahit, berlubang, keriput, sebagian kulit arinya terkelupas dan berkadar air tinggi. Pemasakan biasa g akan mematikan racundalam kacang tanah sebab aflatoksin baru akan rusak pada suhu 250 C jadi caranya ialah dengan menjemur dahulu kacang tanah yang sudah di kupas selama 6 jam untuk melemahkan 50% racun. Simpan produk olahan kacang dalam kulkas untuk menghambat pertumbuhan kapang tersebut


6. Kentang
Mengandung solanin dan chaconine dari golongan gikoalkoloid dimana banyak pada kentang yang bernoda hijau pada umbinya, bertunas, dan secara fisik telah rusa atau membusuk
Gejala : gejala keracunan biasanya muncul 8 – 12 jam setelah menyantap kentang yang bernoda hijau, berupa rasa terbakar di mulut, sakit perut, mual, muntah, diare, sulit bernafas, gangguan detak jantung dan sakit kepala.
Tips : hindari memilih kentang yang bernoda hijau, rasanya pahit, banyak matanya dan bertunas. Jika terlanjur membeli kentang bernoda hijau, buang noda hijau, lalu rendam kentang dalam larutan air yang telah dicampur garam sebelum diolah ataupun dengan cara menyimpan kentang di tempat yang sejuk, kering dan gelap. Hindari menyimpan kentang di tempat yang terpapar sinar matahari atau cahaya sebab dapat menyebabkan terbentuknya solanin.


7. SELEDRI
mengandung psoralen dari golongan kumarin dimana jika dikonsumsi berlebihan akan menimbulkan sensitivitas pada kulit jika terkena sinar matahari.
Gejala : kulit menjadi kering dan mudah terbakar oleh sinar matahari dimana efek jangka panjangnya bisa menyebabkan kanker kulit.
Tips : hindari terlalu banyak mengkonsumsi seledri mentah. Akan lebih aman jika seledri dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi sebab psoralen dapat terurai melalui proses pemasakan sehingga menimbulkan keracunan.


8. SINGKONG
mengandung linamarin dan lotaustralin dimana racun ini akan bereaksi dengan enxim dalam tubuh kemudian berubah menjadi hidrogen sianida yang sangat beracun. Racun ini banyak terdapat pada singkong yang mentah atau dimasak kurang sempurna dimana singkong yang pahit lebih banyak racunnya daripada yang manis.
Gejala : timbul beberapa jam setelah makan singkong berupa kesulitan bernafas, mual, muntah, diare, pusing, lemah, kejang, detak jantung g teratur, dan pada kasus berat dapat menyebabkan kematian karena sulit bernafas.
Tips : umbi singkong yang beracun ditandai dengan rasa pahit dan bau langu. Merebus dan merendam air dalam air mengalir dapat mengurangi kadar racun HCN sebab HCN dapat larut didalam air. Selain itu khusus untuk singkong pahit, cuci singkong untuk menghilangkan tanah yang menempel, kupas kulitnya, potong – potong singkong lalu rendam dalam air hangat yang bersih selama beberapa hari. Buang rendaman air cucian sebelum dimasak.


9.
TOMAT MUDA

Mengandung atropin dan solanin dari golongan gikoalkoloid dimana banyak terdapat pada tomat muda yang belum matang, rasanya pahit, dan berwarna hijau muda. Racun ini biasanya akan hilang setelah tomat matang dan siap dikonsumsi.

 

 

 

 

SUMBER

http://forum.kompas.com/kesehatan/308259-inilah-9-sayuran-dan-buah-yang-berpotensi-berbahaya-untuk-tubuh.html

 

 

 

RACUN ALAMI PADA TANAMAN PANGAN

Racun adalah zat atau senyawa yang masuk ke dalam tubuh dengan berbagai cara yang menghambat respons pada sistem biologis menyebabkan gangguan kesehatan, penyakit, bahkan kematian. Pada umumnya kita mengetahui bahwa banyak bahan kimia mempunyai sifat berbahaya atau racun. Tetapi sebenarnya di sekeliling kita terdapat beberapa jenis hewan dan tumbuhan, termasuk beberapa jenis tanaman pangan yang mengandung racun alami dengan kadar yang sangat rendah.
Tanaman pangan, yaitu sayuran dan buah-buahan memiliki kandungan nutrien, vitamin, dan mineral yang berguna bagi pertumbuhan dan kesehatan serta merupakan komponen penting untuk diet sehat. Meskipun demikian beberapa jenis sayuran dan buah-buahan dapat mengandung racun alami yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Racun alami adalah zat yang secara alami terdapat pada tumbuhan, dan merupakan salah satu mekanisme dari tumbuhan tersebut untuk melawan serangan jamur, serangga, serta predator. Tanaman pangan merupakan kelompok tanaman yang biasa kita konsumsi sehari-hari, dan pada kesempatan ini hanya akan dibahas mengenai racun alami yang terkandung pada tanaman pangan dan cara mengolahnya agar kita terhindar dari bahaya keracunan sehingga kita dapat mengkonsumsi tanaman pangan yang sangat kita butuhkan kandungan nutrien, vitamin, dan mineralnya tapi kita bisa menghindari kandungan racunnya.
Banyak spesies tumbuhan di dunia tidak dapat dimakan karena kandungan racun yang dihasilkannya. Proses domestikasi atau pembudidayaan secara berangsur-angsur dapat menurunkan kadar zat racun yang dikandung oleh suatu tanaman sehingga tanaman pangan yang kita konsumsi mengandung racun dengan kadar yang jauh lebih rendah daripada kerabatnya yang bertipe liar (wild type). Penurunan kadar senyawa racun pada tanaman yang telah dibudidaya antara lain dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat tumbuhnya. Karena racun yang dihasilkan oleh tanaman merupakan salah satu cara untuk melawan predator, maka tidak mengherankan bila tanaman pangan modern jauh lebih rentan terhadap penyakit.
Beberapa kelompok racun ditemukan pada tanaman yang biasa kita konsumsi. Beberapa racun tanaman yang larut lemak dapat bersifat bioakumulatif. Ini berarti bila tanaman tersebut dikonsumsi, maka racun tersebut akan tersimpan pada jaringan tubuh, misalnya solanin pada kentang. Kadar racun pada tanaman dapat sangat bervariasi. Hal itu dipengaruhi antara lain oleh keadaan lingkungan tempat tanaman itu tumbuh (kekeringan, suhu, kadar mineral, dll) serta penyakit. Varietas yang berbeda dari spesies tanaman yang sama juga mempengaruhi kadar racun dan nutrien yang dikandungnya.

Beberapa contoh racun yang terkandung pada tanaman pangan dan gejala keracunannya

Racun
Terdapat pada tanaman
Gejala keracunan

Fitohemaglutinin
Kacang merah
Mual, muntah, nyeri perut, diare.

Glikosida sianogenik
Singkong, rebung, biji buah-buahan (apel, aprikot, pir, plum, ceri, peach)
Penyempitan kerongkongan, mual, muntah, sakit kepala.

Glikoalkaloid
Kentang, tomat hijau
Rasa terbakar di mulut, sakit perut, mual, muntah.

Kumarin
Parsnip, seledri
Sakit perut, nyeri pada kulit jika terkena sinar matahari.

Kukurbitasin
Zucchini
Muntah, kram perut, diare, pingsan.

Asam oksalat
Bayam, rhubarb, teh
Kram, mual, muntah, sakit kepala.

Beberapa Racun Alami pada Tanaman Pangan dan Pencegahan Keracunannya

  1. Kacang merah (Phaseolus vulgaris)
    Racun alami yang dikandung oleh kacang merah disebut fitohemaglutinin (phytohaemagglutinin), yang termasuk golongan lektin.Keracunan makanan oleh racun ini biasanya disebabkan karena konsumsi kacang merah dalam keadaan mentah atau yang dimasak kurang sempurna. Gejala keracunan yang ditimbulkan antara lain adalah mual, muntah, dan nyeri perut yang diikuti oleh diare. Telah dilaporkan bahwa pemasakan yang kurang sempurna dapat meningkatkan toksisitas sehingga jenis pangan ini menjadi lebih toksik daripada jika dimakan mentah. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya keracunan akibat konsumsi kacang merah, sebaiknya kacang merah mentah direndam dalam air bersih selama minimal 5 jam, air rendamannya dibuang, lalu direbus dalam air bersih sampai mendidih selama 10 menit, lalu didiamkan selama 45-60 menit sampai teksturnya lembut.

  2. Singkong

    Singkong mengandung racun linamarin dan lotaustralin, yang keduanya termasuk golongan glikosida sianogenik. Linamarin terdapat pada semua bagian tanaman, terutama terakumulasi pada akar dan daun. Singkong dibedakan atas dua tipe, yaitu pahit dan manis. Singkong tipe pahit mengandung kadar racun yang lebih tinggi daripada tipe manis. Jika singkong mentah atau yang dimasak kurang sempurna dikonsumsi, maka racun tersebut akan berubah menjadi senyawa kimia yang dinamakan hidrogen sianida, yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Singkong manis mengandung sianida kurang dari 50 mg per kilogram, sedangkan yang pahit mengandung sianida lebih dari 50 mg per kilogram. Meskipun sejumlah kecil sianida masih dapat ditoleransi oleh tubuh, jumlah sianida yang masuk ke tubuh tidak boleh melebihi 1 mg per kilogram berat badan per hari. Gejala keracunan sianida antara lain meliputi penyempitan kerongkongan, mual, muntah, sakit kepala, bahkan pada kasus berat dapat menimbulkan kematian. Untuk mencegah keracunan singkong, sebelum dikonsumsi sebaiknya singkong dicuci untuk menghilangkan tanah yang menempel, kulitnya dikupas, dipotong-potong, direndam dalam air bersih yang hangat selama beberapa hari, dicuci, lalu dimasak sempurna, baik itu dibakar atau direbus. Singkong tipe manis hanya memerlukan pengupasan dan pemasakan untuk mengurangi kadar sianida ke tingkat non toksik.

  3. Pucuk bambu (rebung)

    Racun alami pada pucuk bambu termasuk dalam golongan glikosida sianogenik. Untuk mencegah keracunan akibat mengkonsumsi pucuk bambu, maka sebaiknya pucuk bambu yang akan dimasak terlebih dahulu dibuang daun terluarnya, diiris tipis, lalu direbus dalam air mendidih dengan penambahan sedikit garam selama 8-10 menit. Gejala keracunannya mirip dengan gejala keracunan singkong, antara lain meliputi penyempitan kerongkongan, mual, muntah, dan sakit kepala.

  4. Biji buah-buahan

    Contoh biji buah-buahan yang mengandung racun glikosida sianogenik adalah apel, aprikot, pir, plum, ceri, dan peach. Walaupun bijinya mengandung racun, tetapi daging buahnya tidak beracun. Secara normal, kehadiran glikosida sianogenik itu sendiri tidak membahayakan. Namun, ketika biji segar buah-buahan tersebut terkunyah, maka zat tersebut dapat berubah menjadi hidrogen sianida, yang bersifat racun. Gejala keracunannya mirip dengan gejala keracunan singkong dan pucuk bambu. Dosis letal sianida berkisar antara 0,5-3,0 mg per kilogram berat badan. Sebaiknya tidak dibiasakan mengkonsumsi biji dari buah-buahan tersebut di atas. Bila anak-anak menelan sejumlah kecil saja biji buah-buahan tersebut, maka dapat timbul kesakitan akibat keracunan dan pada sejumlah kasus dapat berakibat fatal.

  5. Kentang

    Racun alami yang dikandung oleh kentang termasuk dalam golongan glikoalkaloid, dengan dua macam racun utamanya, yaitu solanin dan chaconine. Biasanya racun yang dikandung oleh kentang berkadar rendah dan tidak menimbulkan efek yang merugikan bagi manusia. Meskipun demikian, kentang yang berwarna hijau, bertunas, dan secara fisik telah rusak atau membusuk dapat mengandung kadar glikoalkaloid yang tinggi. Racun tersebut terutama terdapat pada daerah yang berwarna hijau, kulit, atau daerah di bawah kulit. Kadar glikoalkaloid yang tinggi dapat menimbulkan rasa pahit dan gejala keracunan berupa rasa seperti terbakar di mulut, sakit perut, mual, dan muntah. Sebaiknya kentang disimpan di tempat yang sejuk, gelap, dan kering, serta dihindarkan dari paparan sinar matahari atau sinar lampu. Untuk mencegah terjadinya keracunan, sebaiknya kentang dikupas kulitnya dan dimasak sebelum dikonsumsi.

  6. Tomat hijau

    Tomat mengandung racun alami yang termasuk golongan glikoalkaloid. Racun ini menyebabkan tomat hijau berasa pahit saat dikonsumsi. Untuk mencegah terjadinya keracunan, sebaiknya tidak mengkonsumsi tomat hijau dan jangan pernah mengkonsumsi daun dan batang tanamam tomat.

  7. Parsnip (semacam wortel)

    Parsnip mengandung racun alami yang disebut furokumarin (furocoumarin). Senyawa i

 

 

 

SUMBER :

http://www.pom.go.id/mobile/index.php/view/berita/157/RACUN-ALAMI-PADA-TANAMAN-PANGAN.html

 

 

 

Saturday, January 24, 2015

Pola Makan Super Sehat ala Dr. Tan Shot Yen


Menanggapi berbagai kontroversial soal makanan yang baik dan kurang
baik, maka saya ingin ikut nimbrung menambah ributnya kontroversial
ini dengan menulis soal pola makan kalangan 'ekstrimis' :).
Saya tahu pola makan ini dari Dr. Tan Shot Yen yang berpraktik di
kawasan BSD. Dr. Tan dikenal selain karena tulisan-tulisan beliau di
berbagai majalah dan tabloid kesehatan, salah satunya Prevention, juga
karena banyak orang dengan berbagai penyakit dan gangguan
kesehatan seperti stroke, diabetes, tekanan darah tinggi, sejarah
serangan jantung, dan lain-lain telah berhasil sembuh setelah mengikuti
pola makan ini.
Sebenarnya penjelasan beliau cukup panjang, namun intinya begini:
- makan sayur mentah. Sayur mengandung glukosa DAN serat. Serat ini
berfungsi untuk 'melihat keadaan lapangan', apakah tubuh butuh
tambahan kadar gula atau tidak. Bila ya, maka glukosanya akan diserap
secukupnya, tapi kalau tidak, maka serat akan membawa glukosa tadi
ke luar tubuh.Tidak semua sayur harus mentah, brokoli dan tomat
biasanya disiram air panas dulu.
- jangan makan makanan manis selain sayur, nasi, makanan dari
tepung, dan (beberapa jenis) buah.
Masih berkaitan dengan glukosa, kadar gula dalam makanan manis,
nasi, makanan dari tepung, dan beberapa jenis buah sangat tinggi dan
akan diproses seluruhnya menjadi gula yang akan diserap tubuh.
Kenaikan drastis kadar gula dalam darah secara mendadak akan
memaksa tubuh memproduksi insulin dalam kadar tinggi, bukan untuk
menghilangkan gula, tapi mengubahnya jadi lemak. Dan enzim insulin
ini kalau sudah tinggal sedikit tidak akan mempan lagi terhadap gula.
Inilah yang disebut diabetes. (By the way hati-hati kalau ada lingkaran
hitam melingkari leher, biasanya itu pertanda orang akan terkena
diabetes).
- makan beberapa jenis buah saja Buah yang baik adalah sebangsa apel,
alpukat, atau pir. Yang sebaiknya dijauhi adalah yang semacam pepaya,
durian, mangga, dan pisang, karena gulanya tinggi. Dan jangan pernah
dijus! Metode tersebut adalah 'pengrusakan serat', sehingga yang Anda
konsumsi hanya gulanya saja.
- makan daging ayam dan hasil air serta putih telur Daging ayam baik
dimakan karena ayam makanannya masih natural, sedangkan sapi
sudah makan sesamanya, karena pelet makanan sapi dibuat dari tulang
sapi, jadi sapi sudah tidak makan rumput lagi. Kalau babi, ya jelas
karena lemak jenuhnya dan pola makannya yang sungguh tidak sehat
karena makannya suka sembarangan (tanpa mengurangi hormat
terhadap segelintir orang). Hasil air baik karena kadar lemak jenuhnya
tidak tinggi. Semua ini dengan catatan tidak digoreng pakai minyak,
dibakar saja dengan dibungkus daun untuk menghindari arang, atau
dikukus, dibuat sup, pokoknya tidak terkena minyak yang digoreng.


SUMBER :

https://www.academia.edu/5987509/Pola_Makan_Super_Sehat_ala_Dr._Tan_Shot_Yen



Dokter Tan Shot Yen

 

dr. Tan Shot Yen adalah dokter wanita yang menangani pasien dengan berbagai penyakit, ia juga menulis beberapa buku kesehatan. Dr. Tan tidak mudah memberikan obat pada pasiennya karena ia lebih menekankan pada gaya hidup sehat, ia menekankan pada raw food, beberapa pandangannya serupa dengan Dr. Hiromi Shinya, misalnya mengenai pentingnya enzyme pada sayuran mentah yang dicuci bersih, atau menghindari susu binatang seperti susu sapi.
Untuk kasus penderita ca payudara masih boleh makan tahu, tempe, tauge dalam jumlah terbatas, misalnya seminggu sekali, yang harus dihindari adalah karbohidrat, pati, gula. Kebutuhan akan karbohidrat, protein dan lemak bisa didapatkan dari sayuran dan buah-buahan, ayam kampung/ ikan dan juga virgin olive oil.
+ Banyak pasien yang kena stroke, diabetes, kondisinya membaik.
Alamat:
Dr. Tan Wellbeing Clinic
Gedung Perkantoran CBD, BSD City, blok G/22
Serpong 15310,Banten, Indonesia
Sumber: https://www.facebook.com/groups/canceria.tumoria/

Thursday, January 22, 2015

Resep membuat kulit lumpia basah

 

Bahan :
  1. 400gr tepung terigu protein sedang
  2. 1 butir telur ayam, dikocok lepas
  3. 3 sdm minyak goreng
  4. 700ml air bersih
  5. Garam secukupnya
Cara Membuat :
  1. Didalam baskom, campurkan terigu dan garam. Aduk rata.
  2. Buatlah  lubang tepat di tengah-tengah campuran terigu dan garam tadi, kemudian masukkan telur kedalam lubang.
  3. Aduk-aduk hingga rata, dimulai dari tengah menuju ke arah tepi secara perlahan sambil dituangi dengan air sedikit demi sedikit.
  4. Tambahkan minyak goreng, kemudian aduk rata.
  5. Panaskan pan bulat dengan diameter antara 17 cm dengan kompor. Setelah pan hangat, tuangkan satu sendok sayur adonan kulit lumpia secara merata.
  6. Masak di atas api kompor sedang sampai kulit lumpia bisa dilepas. Angkat, dan kulit lumpia siap digunakan.
  7. Adonan bisa untuk membuat sekitar 25 kulit
Tidak banyak bahan yang dipergunakan, serta cara membuatnya tidak sulit. Demikian resep membuat kulit lumpia basah, cukup mudah dan siapapn pasti bisa.
 
 
- See more at: http://resepcaramemasak.org/membuat-kulit-lumpia-basah#sthash.sGrTrZYb.dpuf


Tumis Sawi Putih

http://www.menuresepmasakan.com/wp-content/uploads/2014/08/sayur-tumis-sawi.jpg

Bahan dan Bumbu :
– 1 buah Sawi Putih’
– 3 Buah Bakso Ikan dan Udang Kupas
– 1 buah Cabai Merah
– 1 buah Cabai Hijau
– 2 butir Bawang Merah, kemudian anda iris tipis-tipis
– 1 siung Bawang Putih, kemudian anda cincang
– 1 buah Tomat, kemudian anda potong-potong
– Garam, Merica, dan Gula Pasir secukupnya
– Minyak untuk menumis

Nah setelah anda mempersiapkan bahan dan bumbunya, selanjutnya anda simak bagaimana cara membuatnya :
Cara Membuat Sayur Tumis Sawi Putih :
1. Yang pertama anda lakukan yaitu panaskan minyak, kemudian anda tumis bawang merahnya dan bawang putih hingga harum.
2. Setelah itu anda masukkan bakso sapinya, cabai merah dan cabai hijau.
3. Kemudian anda masukkan tomat, masak tomat hingga tomat menjadi layu.
4. Lalu anda besarkan api kompornya, masukkan sawi putihnya, tambahkan garam secukupnya, tambahkan merica dan gula pasir juga secukupnya.
5. Setelah itu anda masak hingga sawi menjadi layu
6. Angkat dan sajikan.



Read more at
http://www.menuresepmasakan.com/resep-masakan-sayur-tumis-sawi-putih/